Postingan

[Nara Lakuna] Bagian 3 : AIDE

Saya berjalan dengan tergesa-gesa menuju rumah. Meskipun tergesa-gesa tetap saja memakan waktu sekitar setengah jam untuk sampai rumah. Sesudah masuk kamar, buru-buru Saya merebahkan tubuh di ranjang tempat tidur. Ada ingatan tentang Hana-chi, berbeda dengan sekarang. Dipikir-pikir sepertinya perbedaan waktu antara sekarang dan yang Saya lihat sekitar tiga tahunan, jika Hana-chi masuk kuliah untuk semester pertama. Apa hubungannya? Apa ada kemungkinan yang tidak terduga? Saya melihat jam digital yang berada di atas meja belajar, jam menunjukkan pukul tujuh malam. Saya beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk mandi dan mengganti baju. Seusai itu, Saya segera mematikan lampu kamar dan tidur karena merasa pikiran Saya lelah untuk berpikir lebih lanjut untuk hari ini. Ketika membuka mata, Saya melihat cahaya matahari pagi diantara gorden yang tertutup. Artinya sudah pagi, jam digital menunjukkan jam setengah tujuh pagi. Beranjak dari ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk man...

[Bahaduri Bikir] Bagian 8 : Bias

Gambar
Mereka semua MONSTER!! Jangan ikut mereka kumohon!!! KUMOHON BROOOOO!!!!!!! KUUUUMOHOOOOOOOOONNNNNNNNNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!! . . . . . . Hah! Aku membelalakan mataku dan melihat matahari menyemburatkan sinar fajar paginya di ufuk timur. Dedaunan dan ranting-rantin pohon bergoyang seolah melambaikan tangannya untuk menyapaku di hari yang cukup cerah. Kutoleh ke arah kiri dan smartphoneku masih berada disitu. Aku mengambilnya dan membuka layar kuncinya. Jam menunjukkan ke arah setengah enam pagi. Aku berusaha duduk disisi kasurku. Bahkan Aku tertidur dengan baju seragam.... Haahhhh. Aku berjalan ke kamar mandi, dan melepas baju seragamku. Aku segera mandi dan memakai baju seragam lainnya yang sudah tersedia di dalam lemari kamarku. Setelah mengenakan seragam, Aku menuruni tangga dan menuju ke dapur. Aku melihat Okaa-san yang sedang memasak dan Otou-san yang sedang membaca dari gawainya. Aku mencium bau yang harum dan enak khas rempah-rempah yang didapat d...

[Nara Lakuna] Bagian 2 : Brunette

"Pilih ya atau tidak?", perempuan itu berkata dengan tegas. "Ya, Saya ingin berteman dengan Anda. Sampai jumpa nanti...", Sayapun pergi dan langsung menuju ke rumah. Setelah sampai di depan rumah, Saya disambut oleh perempuan paruh baya yang ditemui pagi tadi. Sepertinya Saya harus menyebut perempuan paruh baya itu dengan sebutan 'mamah'. "Kandias, dari mana saja tadi? Yuk masuk ke dalam rumah. Mamah masak nasi goreng tadi. Mumpung belum dingin dimakan dulu", mamah sembari menyapu halaman mengajak Saya untuk makan malam. Sepertinya, melihat hari terlihat seperti sore hari. Disini. Saya membuka pintu rumah dan tidak lupa menutupnya kembali setelah berada di dalam ruangan. Saya menuju dapur dan melihat sepiring nasi goreng yang berada di atas meja. Duduk persis di kursi yang ada makanannya dan Saya melahap makanannya dengan santai. Saya melihat gawai yang layarnyanya menampilkan tampilan awal yang biasanya terdapat di berbagai macam gawai s...